Pilihan Kata(Diksi), Ejaan, dan  Kalimat Efektif

Secara teknis dalam menulis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: (1) pilihan kata, (2) ejaan, dan (3) kalimat efektif.

1.      Pilihan kata  atau diksi

adalah kata-kata yang secara sengaja dipilih oleh penulis atau pembicara yang diharapkan mampu memberikan efek tertentu kepada pembaca atau pendengarnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan kata

1. Membedakan kata dengan makna konotatif dan denotatif

Contoh:

(1)   Ia makan dengan lahap.

(2)   Honor anak buahnya, dia makan juga.

Kata makan pada kalimat (1) berarti memasukkan sesuatu ke dalam mulut, sedangkan kata makan pada kalimat kedua  mengandung makna tertentu yang bersifat negative berupa pemanfaatan hak orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Makan pada kalimat (1) bermakna denotatif, sedangkan makan pada kalimat(2) bermakna konotatif.

2. Mencermati kata yang bersinonim

Contoh:

Kematian merupakan suatu peristiwa alami yang akan menjangkau semua penghuni bumi ini. Ia hendaknya dipandang sebagai gerbang kebahagian yang akan mempertemukan kedua pencinta sejati, mahluk dengan Khalik-Nya. Kita semuanya akan mati. Dan kita harus senantiasa menyambutnya dengan kegembiraan yang tulus.

Kata kematian dan mati bersinonim dengan kata mangkat, gugur, tewas meninggal, wafat, menghadap Tuhan. Apakah sinonim kata kematian dan mati dalam teks tersebut dapat digantikan dengan mangkat, gugur, tewas meninggal, wafat, menghadap Tuhan?

3. Mencermati pemakaian kata – kata teknis dan populer

Kata teknis sering juga disebut kata ilmiah, sedangkan kata populer sering disebut kata sehari-hari.

Kata teknis biasanya dipergunakan dalam ruang lingkup resmi seperti dalam seminar, diskusi ilmiah, makalah, laporan surat dinas, dan media massa. Sedangkan penggunaan kata populer pada umumnya dalam pergaulan masyarakat sehari-hari .

Contoh

Kata populer

Kata teknis

Gengsi Prestasi
Kesimpulan Konklusi
Kuman Bakteri/virus
Kolot Konservatif
Terbatas Minim
Kesempatan Momentum
Isi Volume
Ikut serta Partisipasi
Bukti Argumen
Izin konsensi

4. Kata baku dan tidak baku

Kata baku

Tidak baku

Sabtu Saptu
Lembab Lembap
Apotek Apotik
Mengubah Merubah
Naikkan Naikkin
Nasihat Nasehat

5. Memperhatikan kata umum dan khusus

Contoh:

Unggas adalah kata umum untuk bebek, ayam, burung, dan angsa.

Burung adalah kata umum untuk merpati, beo, bangau, dan sejenisnya

 

 

TUGAS individu.

  1. Apakah yang dimaksud dengan kata konotasi dan denotasi? Berikan contoh masing-masing sebuah dalam bentuk kalimat.
  2. Kata kematian dan mati bersinonim dengan kata mangkat, gugur, tewas meninggal, wafat, menghadap Tuhan. Apakah sinonim kata kematian dan mati dalam teks tersebut dapat digantikan dengan mangkat, gugur, tewas meninggal, wafat, menghadap Tuhan? Jelaskan!
  3. Carilah lima buah kata popular dan apakah kata teknisnya?
  4. Apakah yang dimaksud kata baku dan tidak baku? Berikan lima contoh!
About these ads

Tentang gmsukawidana

Gm. Sukawidana, penyair yang lebih lekat dengan predikat gelandangan ini sesungguhnya seorang guru di sebuah SMP di Denpasar sejak tahun 1982.Mulai menulis puisi sejak kelas 2 SPG Negeri Denpasar. Tulisannya tersebar di berbagai media lokal maupun luar daerah sperti Bali Post, Nusa Tenggara, Swadesi, Mutiara, Simponi, Pedoman, Nafiri, Berita Buana, Republika, dll. Aktif di Sanggar Minum Kopi, saat ini masih setia mengasuh sanggar Cipta Budaya SMP Negeri 1 Denpasar. Puisinya terhimpun dalam antologi Upacara Tengah Hari, Upacara Senja Upacara Tanah Moyang, dan Lukisan Magis Tanah Bali (bersama Lilik Mulyadi dan Putu Sujana).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s